Simak Cara Menghitung Volume Barang yang Diekspor Indonesia ke Jepang

Pemilihan jasa kurir untuk mengirimkan barang yang diekspor Indonesia ke Jepang sangatlah penting. Hal ini dianggap penting karena akan mempengaruhi produktivitas dan efisiensi bisnis Anda secara langsung. Penentuan jasa kurirpun tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa.

Setiap orang yang terjun di dunia ekspor pastinya ingin mendapatkan kualitas pelayanan terbaik dengan harga yang terjangkau. Nyatanya, harga yang menggiurkan tidak dapat menjadi jaminan bahwa Anda akan mendapatkan pelayanan dengan kualitas tinggi. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui proses dan pelayanan dari jasa kurir termasuk dengan cara menghitung volume barang.

barang yang diekspor Indonesia ke Jepang

Sebenarnya banyak pelanggan yang mengeluhkan tentang biaya yang dibayarkan ternyata melebihi dari standar biaya yang ditetapkan. Kenapa hal tersebut dapat terjadi?

Umumnya jasa pengiriman akan mengirimkan paket sesuai dengan timbangan paket yang sebenarnya ke alamat tujuan. Tetapi ternyata hal ini mempunyai pengecualian. Pengecualian ini diterapkan bagi barang-barang yang memiliki ukuran besar dan tidak normal.

Tidak normal didefiniskan dnegan ukuran barang atau pun dimensi paket yang terlihat tidak sesuai dengan berat paket tersebut. Jika paket teridentifikasi sebagai paket yang memiliki ukuran besar dan tidak normal maka dari jasa kurirnya akan menghitung biaya pengirimannya dengan mengukur dimensi atau volume dari paket tersebut. Pengukuran volume ini meliputi panjang, lebar dan tinggi paket.

Cara perhitungan volume yang dilakukan jasa kurir ekspor ini menggunakan rumus perhitungan berat volumetrik paket dengan standar ekspedisi Internasional. Ketika Anda mengirimkan paket dengan volume (panjang,lebar,tinggi) melebihi dari berat aktualnya maka paket Anda akan dikenakan biaya dengan menggunakan rumus volumetrik.

Rumus Volumetrik: (p x l x t) : 5000

Keterangan:

p = panjang barang

l = lebar barang

t = tinggi barang

Untuk memudahkan Anda mencerna informasi tersebut, kami akan memberikan contoh ketika paket terkena biaya volumetrik.

1.  Budi ingin mengirimkan paket dengan berat actual 50 kg. Paket tersebut memiliki berat volumetrik 40 kg. Maka dari kesimpulan ini biaya yang dijadikan dasar oengiriman biaya paket adalah berat aktualnya.

2.  Ani ingin mengirimkan paket dengan berat aktual 30 kg dan berat volumetrik 40 kg. Karena paket Ani memiliki volume yang lebih besar daripada berat aktualnya maka berat volumetrik yang menjadi dasar biaya kirim.

Dari kesimpulan contoh di atas maka dapat disimpulkan bahwa jika berat aktual lebih besar berat volumetrik maka berat aktual lah yang digunakan. Sebaliknya jika paket terlihat tidak normal dan terindikasi terkena volumetrik maka besar biaya volumenya yang digunakan asalkan biaya volume lebih besar dari biaya aktual. Semoga informasi mengenai cara menghitung volume barang yang diekspor Indonesia ke Jepang dapat berguna.