Jangan Ceroboh, Cedera ACL Harus Ditangani Seperti Ini

Beberapa jenis kegiatan, utamanya olahraga, memiliki risiko terjadinya cedera pada ligamen ACL. Beberapa jenis olahraga yang memiliki gerakan melompat, berhenti mendadak, ataupun memutar arah secara tiba-tiba, memiliki risiko lebih besar. Cotohnya adalah sepak bola, voli, basket, dan bela diri.

Cedera ACL

Penyebab Terjadinya Cedera Anterior Cruciate Ligament

ACL (anterior cruciate ligament) adalah ligamen penghubung pada lutut, untuk menjaga kestabilannya. Bentuknya seperti lembaran pita yang keras. Ligamen dapat meregang hingga pada batas tertentu. Cedera yang terjadi, umumnya akibat peregangan yang melewati batas, bahkan hingga merobeknya. Pada kasus yang lebih parah, ligamen dapat terlepas, sehingga lutut tak mampu lagi menahan bobot tubuh.

Penyebab  cedera ACL adalah suatu gerakan tiba-tiba yang memberi kejutan pada ligamen. Selain itu, kecelakaan juga bisa menyebabkan terjadinya cedera ini. Banyak kasus yang terjadi saat berolahraga adalah karena benturan antar pemain, atau pendaratan yang salah setelah melompat. Selain itu, juga bisa disebabkan mengubah arah secara tiba-tiba. Beberapa kasus yang terjadi saat bela diri adalah akibat serangan lawan yang mengenai lutut.

Cara Penanganan Cedera ACL

Penangana pada cedera ligamen lutut ini dilakukan dengan memperhatikan tingkat keparahan kondisinya. Obat-obatan yang diberikan, umumnya merupakan pereda nyeri untuk mengurangi penderitaan yang dialami pasien. Penyembuhan pada kondisi ini memakan waktu cukup lama, yaitu antara tiga hingga sembilan bulan. Pada kasus tertentu, pemulihannya bisa lebih lama. Berikut ini adalah penanganan yang dilaukan untuk penyembuhan.

Konsumsi Obat-Obatan dan Penggunaan Penopang

Dokter akan meresepkan obat-obatan berupa pereda nyeri. Umumnya jenis obat yang diresepkan adalah paracetamol atau ibuprofen. Pada cedera ACLyang lebih parah, dokter dapat mengambil tindakan menyuntik kortikosteroid pada lutut untuk mengurangi peradangan. Kemudian, pasien diminta beristirahat untuk mengurangi terjadinya pembengkakan. Lutut pasien akan dibebat untuk menjaga agar tetap pada posisinya.

Penderita yang mengalami cedera ligamen ini akan diminta menghentikan aktivitas yang berisiko. Misalnya saja berolahraga. Hal ini untuk menghindari kondisi yang lebih parah. Saat lutut mengalami cedera, kemampuannya dalam menopang bobot tubuh menjadi berkurang. Selain itu, lutut menjadi kurang stabil saat penderita menggerakkan kakinya. Oleh sebab itu, penderita diminta menggunakan tongkat untuk membantu menyangga tubuhnya.

Fisioterapi Untuk Cedera ACL

Pada cedera ACL parah, setelah menerima pengobatan, pasien juga diminta melakukan fisioterapi atau terapi fisik. Tujuannya adalah mengembalikan kekuatan dan kelenturan otot agar fungsi geraknya kembali normal. Namun, fisioterapi ini harus dilakukan secara rutin agar dicapai hasil optimal. Terapi ini juga bisa dilakukan sebelum operasi untuk menyiapkan kondisi otot.

Tindakan Operasi

Jika robekan pada ligamen cukup parah atau bahkan terlepas, tindakan operasi perlu dilakukan. Umumnya ini merupakan pilihan terakhir, terutama pada kondisi pasien yang tidak mengalami perbaikan melalui penanganan sebelumnya. Adapun tindakannya bisa dengan mengangkat ligamen yang rusak dan menggantinya dengan yang baru, dari pasien sendiri atau melalui donor. 

Itulah tadi penanganan pada cedera ACL  yang didasarkan pada tingkat keparahannya. Hal yang perlu diperhatikan adalah pada masa pemulihan , pasien diminta untuk mengurangi gerakan yang dapat memperparah kondisinya. Rutin melakukan latihan dan terapi fisik juga dapat membantu mempercepat pemulihan. Setelah pulih pun, kehati-hatian tetap perlu dilakukan.